Ustadz DR.H.Ahmad Heryawan, Lc MSi: Jadikan Politik Ini Sarana untuk Memasifkan Kebaikan

oleh

(Taujih disampaikan dalam acara Temu Kader di DPW PKS Jambi 20/01/2018)

Ikhwah fillaah sekalian,

Seluruh kader harus berusaha dengan ikhtiar tertinggi yang kita miliki untuk bisa memenangkan jihad siyasi. Blue print da’wah kita telah memperjelas tahapan-tahapan yang harus kita lalui untuk memenangkan da’wah ini di jalur politik/kekuasaan. Jangan mengira menang Pilkada itu bonus atau ghonimah, tetapi ia adalah salah satu tahapan yang harus kita lalui untuk menuju tahapan-tahapan selanjutnya, yakni mengelola negara.

Namun dalam perjalanannya, tentu saja ada orang-orang yang berjatuhan di jalan da’wah, ada kader yang lemah, dan ada kader yang futur. Akan tetapi da’wah ini juga harus tetap menjalankan proses regenerasi dari waktu ke waktu.

Imam Mawardi dalam tulisannya tentang Fiqih Daulah mengatakan bahwa da’wah yang paling efektif adalah da’wah melalui kelembagaan. Sedangkan lembaga yang paling efektif itu bernama: negara. Maka kita harus masuk ke lembaga-lembaga negara, ikut memperbaiki apa-apa yang belum baik di negara itu. Kita ingin membebaskan negeri dari penjajahan, termasuk membebaskan negeri Palestina dan negeri kita sendiri. Memang Indonesia sudah merdeka secara fisik, tetapi harus diakui kita belum berdaulat dalam hal-hal nonfisik. Masih banyak yang harus kita perjuangkan di Indonesia.

Jadilah kita orang-orang yang berjiwa besar, berpemikiran besar, dan bercita-cita besar. Jadikanlah sosial media sebagai sarana untuk mempublikasikan ide-ide perjuangan itu. Sebab fungsi kader selain untuk meregenerasi kader, maka kader juga harus memiliki ketrampilan untuk menyampaikan argumentasi da’wah kepada masyarakat.

Seluruh program yang ada harus bertujuan menambah kader. Seluruh program harus fokus pada penambahan suara. Masuklah ke semua ruang publik, ke rumah-rumah masyarakat. Sapalah mereka dengan kebaikan-kebaikan antum.

Hizb dan da’wah adalah sebuah entitas yang menyatu, yang sudah menjadi keputusan/kesepakatan bersama. Tetapi sebagai jama’ah manusia, tentu banyak kekurangan dan ketidaksempurnaan di sana sini. Kader harus kritis dan etis, jangan sampai kritis saja tetapi tidak etis. Adab-adab dalam berjama’ah ini harus selalu dikedepankan.

Suara bagi kita bukanlah tujuan akhir. Tujuan akhir kita adalah mencari ridho Allah subhanahu wata’ala. Dulu sewaktu punya yayasan, saya bisa menggratiskan 200 anak berprestasi yang kurang mampu. Tetapi ketika menang Pilkada, saya sebagai Gubernur bisa menggratiskan 7,6 juta siswa yang bersekolah di Jawa Barat.

Demikianlah massifnya kebaikan itu jika kita bisa menguasai politik. Semoga semangat dan niat tulus kita untuk memasifkan kebaikan ini menjadi motivasi yang kuat untuk terus memenangkan Pilkada 2018 dan Pemilu 2019. Wallaahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.