Peliharalah Rasa Malu dalam Dirimu

oleh

Peliharalah Rasa Malu dalam Dirimu

 

Ditulis oleh: Yanita Misran (Relawan Humas DPW PKS Jambi)

 

Malu. Sebuah akhlak yang tidak asing lagi bagi kita. Sebuah kata dengan empat huruf tetapi mengandung makna yang dalam. Malu. Ternyata salah satu akhlak yang diwariskan dari para Nabi terdahulu. Masihkah ada dalam diri kita ini sifat malu?

 

Malu jika tidak membaca Al Quran satu juz perhari. Malu jika tidak bisa mengamalkan puasa senin kamis. Malu jika tidak bisa setiap hari Sholat Dhuha. Malu jika ada tidak sholat Tahajud. Malu jika tidak bersedekah setiap hari. Malu… Malu…

 

Atau dalam kehidupan bermasyarakat. Malu jika tidak menjenguk tetangga yang sakit. Malu jika tidak saling sapa. Malu jika tidak silaturahmi bersama keluarga. Malu jika berkhalwat dengan nonmahrom, dll. Malu jika begini dan begitu… ya, jika tidak berbuat kebaikan intinya. Apalagi, jika ditekankan malu apabila berbuat kejahatan. Semoga Allah menjaga jiwa ini agar selalu berbuat kebaikan.

 

Malu merupakan fitrah manusia. Jadikanlah rasa malu ini sebagai penghalang jika akan berbuat hal yang tidak baik. “Berbuatlah apa yang kalian kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha melihat apa yang kalian kerjakan”. (QS. Fushshilat: 40)

 

Jika tidak ada rasa malu dalam diri kita ini, maka kita akan berbuat apa yang kita mau. Dikendalikan oleh hawa nafsu. Karena pencegah dari perbuatan keji dan mungkar adalah rasa malu. Jika rasa malu sudah tidak ada, maka dengan mudahnya setan akan mengajak dalam perbuatan maksiat dan dosa.

 

Rasa malu itu sangat dekat dengan ketaqwaan. Ia adalah sahabat iman di dalam jiwa seorang mu’min. “Sifat Malu adalah satu di antara cabang cabang keimanan”. (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Inilah akhlak yang terpuji. Sudah seharusnya sifat malu selalu ada dalam jiwa jiwa insan mulia karena selalu membawa ke jalan kebaikan, jalan yang jauh dari kemaksiatan. “Sifat Malu itu tidaklah mendatangkan sesuatu melainkan kebaikan”. (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Dalam perspektif bisnis, organisasi, dan politik, rasa malu juga harus senantiasa ditumbuhkan. Malu jika datang terlambat, malu jika berbohong, malu jika tidak amanah, malu korupsi, malu berkhianat terhadap janji, dan malu jika tidak bermasyarakat. Mudah-mudahan kita terhindar dari perilaku yang demikian itu.

 

Semoga di setiap kepribadian kader PKS selalu terpancar rasa malu. Rasa malu inilah yang akan memancarkan keimanan seseorang. Sehingga kader PKS selalu memberikan kebaikan dimanapun ia berada. Walloohu a’lam.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.