Mabit, Sarana Berkontemplasi Sejenak ke Titik Nol

oleh

Mabit, Sarana Berkontemplasi Sejenak ke Titik Nol

Urusan dunia memang seolah tiada habisnya. Sejak pagi hingga datangnya malam, bahkan sampai pagi berikutnya datang lagi, urusan dunia tak pernah selesai. Ada saja aktivitas yang menunggu dikerjakan. Namun bagi kader-kader PKS, sebulan sekali mereka sejenak melepas beban kesibukan duniawi untuk mengikuti Mabit (Malam Bina Taqwa) yang diselenggarakan oleh DPD/DPC setempat. Mabit diisi kegiatan

Sholat Isya berjama’ah, ceramah

agama, kultum/taushiyah, dzikir,

qiyamullail, membaca al Qur’an, dan

sholat Shubuh berjama’ah.

Sebagaimana dilaksanakan pekan kemarin (14/04) oleh Bidang Kaderisasi PKS, tampak Mabit diikuti sebagian besar kader ikhwan di daerah masing-masing. Jumlah yang hadir pun beragam, ada pula yang membawa serta anak-anak dan anggota keluarganya. Selain di masjid terdekat, Mabit juga diselenggarakan di kantor DPD setempat maupun memanfaatkan gedung sekolah milik kader.

Mabit di DPD Kota Jambi

“Alhamdulillaah peserta Mabit cukup antusias mengikuti setiap sesi acara dari malam hingga pagi, walaupun harus melawan kantuk dan fasilitas menginap yang seadanya. In syaa Allah ini salah satu bentuk tadrib (latihan) untuk melatih fisik dan ruhiyah kader ikhwan PKS, menjelang jihad siyasi Pemilu 2019 yang akan datang,” papar Ketua Bidang Kaderisasi DPW PKS, Dede Firmansyah, SP.

“Program Mabit untuk kader ikhwan (dan Jalsah Ruhiy untuk kader akhwat) akan terus digulirkan oleh struktur di pekan ke-2 setiap bulannya. Semua terkoordinir satu paket dalam program Liqo’ Tansiqi Tarbawi menuju 12% suara PKS se-nasional (LT212),” lanjut ayah lima anak ini.

 

“Mabit selain dalam rangka memperkuat ma’nawiyah (spiritual) kader, juga untuk meningkatkan soliditas dan ukhuwwah sesama kader PKS. In syaa Allah pada pagi harinya usai Mabit, kita usahakan ada agenda juga bersama masyarakat,” imbuh Ustadz yang kini menjabat Direktur sebuah Lembaga Zakat.

Suasana Mabit di DPD Kerinci

“Jika semua kader ikhwan ikut Mabit secara rutin, in syaa Allah ini bisa menjadi sarana kontemplasi bagi jiwa kita yang lelah oleh urusan-urusan duniawi. Seperti kembali ke titik nol, dan keesokan hari kembali siap beraktivitas dengan semangat (ruh) baru yang lebih optimis,” kata mantan Aleg PKS dua periode ini, menutup wawancara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.