Kirimlah Makanan, Bukan Kirim Foto Makanan

oleh

Kirimlah Makanan, Bukan Kirim Foto Makanan

 

Ditulis oleh: Yanita Misran (Kader DPRa Pondok Meja – DPD Muaro Jambi)

 

Islam adalah agama yang sempurna. Semua aspek kehidupan, bidang apapun telah Allah atur dengan sedemikian detilnya, semua tercantum dalam al Quran dan sunnah Rasulullah shallallaahu ‘alayhi wasallam. Tak ada yang terlewat sedikitpun, bahkan sampai daun yang jatuh tertiup angin pun itu semua sudah kehendak Allah. Allahu Akbar…

 

Manusia adalah makhluk sosial. Dituntut untuk saling berinteraksi satu sama lain, tidak bisa terlepas begitu saja, apalagi hidup sendiri. Oleh karena itu, kita perlu ketrampilan berinteraksi dengan sebaik mungkin, dalam hal ini terutama berinteraksi dengan sesama tetangga. Tetangga adalah orang yang rumahnya paling dekat dengan rumah kita. Muliakanlah tetangga, tolong menolonglah di saat kesusahan, buatlah suasana damai misalnya dengan berbagi makanan.

 

Rasulullah shallallaahu ‘alayhi wasallam bersabda kepada Abu Dzar ra., “Wahai Abu Dzar, apabila kamu memasak sayur (daging kuah) maka perbanyak airnya dan berilah tetanggamu,” (HR. Muslim). Uniknya hadits ini disampaikan kepada Abu Dzar (mewakili para bapak) dan bukan kepada salah seorang shahabiyyah (mewakili para ibu), menandakan urusan berbagi makanan itu dianjurkan untuk semua kalangan.

 

Pernah suatu ketika Aisyah ra. bertanya, ” Ya, Rasulullah, aku memiliki dua tetangga manakah yang aku beri hadiah? Rasulullah menjawab: Yang pintunya paling dekat dengan rumahmu,” (HR. Bukhari, Ahmad dan Abu Dawud)

 

Bersedekahlah dengan tetangga. Banyak sekali manfaat sedekah, salah satunya adalah mendatangkan keberkahan dari shodaqoh kita. Sangat dianjurkan sekali agar kita saling memberi sesuatu seperti makanan yang kita masak atau yang kita beli, minuman atau hadiah lainnya. Hal ini tentunya untuk mempererat hubungan tetangga dengan baik dan agar tidak menimbulkan permusuhan.

 

Masalahnya saat ini, masih banyak di antara kita yang tidak mengenal tetangga kiri-kanan. Masih adakah kepedulian kita terhadap tetangga? Apakah kita mengetahui, jika ada  tetangga kita yang kelaparan? Seharusnya kita sebagai tetangga selalu mengetahui keadaan jiran terdekat di sekitar kita.

 

Rasulullah shallallaahu ‘alayhi wasallam banyak mencontohkan tentang bagaimana berbagi makanan dengan orang lain. “Wa-it’aamut to’aam,” dan berilah makanan, ungkap beliau shallallaahu ‘alayhi wasallam dalam khutbah Haji Wada’nya.

 

Bukan seperti fenomena zaman now di mana kebanyakan orang hanya saling memamerkan foto makanan di media sosial. Mereka duduk di resto-resto atau cafe, bersosialisasi satu dengan yang lain, lalu memotret makanan mahal tersebut untuk diunggah di akun pribadi. Bagaimana jika tetangga mereka melihat foto-foto tersebut sedangkan mereka sedang dalam kondisi kelaparan?

 

Memamerkan foto di media sosial, bisa menjadi fitnah, jalan untuk timbulnya sifat riya, sombong atau niat-niat lainnya. Semoga kita semua dijauhkan dari sifat-sifat seperti ini. Yukk kirim makanan ke tetangga terdekat, karena kalau cuma kirim foto makanannya saja, sama sekali tidak mengenyangkan bro… Walloohu a’lam.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.