Ibu, Jalan Lapang bagi para Perindu Syurga

oleh

Ibu, Jalan Lapang bagi para Perindu Syurga

Ditulis kembali oleh:

Nurul H. Thamrin

(Relawan Humas, Kader DPC Paal Merah)

Bicara tentang ibu, berarti kita sedang bicara tentang sosok manusia yang di dalam rahimnya Allah beri ruh kehidupan. Perempuan yang mengalami kepayahan teramat sangat tatkala berbadan dua. Pribadi yang amat berhati-hati karena ada amanah mulia yang harus dijaga dalam kandungannya itu. Selama sembilan bulan ibunda mengandung, selama sembilan bulan itu anak mungilnya hidup bergeliat dalam sunyi sembari menyerap saripati kehidupan ibunya. Lalu pada waktunya nanti, si jabang bayi keluar di antara lumuran darah sang bunda.

 

Perjuangan seorang ibu tidak selesai sampai melahirkan bayinya saja. Ibulah yang dengan kasih sayangnya menyusui, menimang, menggendong, mengasuh, merawat, membesarkan, hingga menjadi madrasatul uula (madrasah pertama) bagi anak-anaknya. Ibulah yang mendampingi anak-anak hingga dewasa, bahkan selalu ada untuk menyelesaikan masalah anak-anaknya.

 

Dalam sebuah ayat Allah berfirman:

“Dan kami perintahkan kepada manusia untuk (berbuat baik) kepada kedua orang ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya selama dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua ibu bapaknya, hanya kepada-Ku lah tempat kembalimu” (Luqman : 14).

 

Tiada budi apapun jua yang dapat membalas cinta kasih seorang bunda, sebab cinta ibu mengalir dari darah dan ruh. Itulah mengapa dalam sebuah hadist Rasulullaah shallallaahu ‘alayhi wasallam bahkan menyetarakan meninggalnya seorang ibu ketika melahirkan adalah sama ganjarannya dengan mati syahid, karena itulah bagian dari perjuangan tulus ibu rumah tangga.

 

Sakit yang dirasakan ibu saat melahirkan adalah setara dengan 20 tulang rusuk yang dipatahkan.

Maka jemputlah pintu syurgamu yang paling tengah itu dengan sebaik-baik bakti kepada ibumu. Cintailah ibumu dengan sepenuh hati, terimalah apapun keadaannya. Lakukan sebaik-baik birrul walidayn yang bisa membawa kebahagiaan bagi ibumu di dunia dan akhirat.

 

Ingat! Perintah berbuat baik kepada kedua orang tua diturunkan Allah persis setelah perintah ber-tauhid. Dalam hadits shahih pun demikian, birrul walidayn adalah termasuk satu dari tiga amal yang paling utama setelah sholat di awal waktu dan berjihad di jalan Allah (HR.Muslim). Semoga kita termasuk yang bersungguh-sungguh dalam memuliakan ibu kita. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.

 

(Sumber: The Great Power of Mother by Sholikhin Abu Izzuddin dan Dewi Astuti. Dan Tarbawi, edisi 108/tahun 7/2006)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.