Hadir FGD, PKS Jambi Usulkan Delapan Strategi Pemilu Damai

oleh

Hadir FGD, PKS Jambi Usulkan Delapan Strategi Pemilu Damai

Bertempat di Hotel Odua Weston, utusan DPW PKS Jambi kemarin (26-27/02) menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) tentang Komitmen Bersama Mewujudkan Pilkada Damai. Acara yang diselenggarakan oleh KOPIPEDE (Komite Peduli Pemilu dan Demokrasi) ini, merupakan hasil kerja sama dengan Fisipol Universitas Jambi dan Polda Jambi.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan PKS, Amir Hamzah Sihombing, SH didaulat menjadi salah satu narasumber sesi diskusi yang berlangsung dua hari itu. Hamzah – demikian sapaan akrabnya, menyampaikan 8 persyaratan yang harus dipenuhi untuk terciptanya Pilkada Damai.

“Syarat pertama, seluruh pihak penyelenggara dan pengawas Pilkada harus netral, tidak berpihak kepada salah satu pasangan calon,” ungkap Hamzah, mengawali presentasinya di hadapan peserta dan perwakilan organisasi lainnya. “Syarat kedua, panitia penyelenggara dan pengawas Pilkada, harus komitmen terhadap aturan-aturan yang berlaku. Jangan sampai terbuka celah untuk bernegosiasi sesuai kepentingan salah satu pasangan calon.”

 

“Yang ketiga,” lanjutnya. “Harus ada komitmen dari semua pasangan calon dan tim suksesnya untuk taat hukum dan taat peraturan Pilkada. Kalau dilanggar, semua pihak mesti siap dengan sanksi moral, sanksi hukum, dan sanksi administratifnya.”

 

“Yang keempat, aparat TNI dan Polri juga harus menjaga netralitas dan fokus pada fungsi pengamanan dan stabilitas wilayah. Yang kelima, jangan ada ruang untuk terjadinya praktek money politics. Karena biasanya kerusuhan-kerusuhan Pilkada dipicu oleh kecurangan akibat money politics ini,” papar Kabid Polhukam DPW PKS ini.

 

“Yang ke-enam, media cetak, baik online maupun cetak dan elektronik, harus menjaga profesionalisme dalam pemberitaan, agar tidak mengadu domba antar pasangan calon dan para pendukungnya. Media harus ikut menjaga suasana kondusif ini,” lanjutnya lagi.

 

“Yang ketujuh, jangan ada pelibatan ASN (Aparatur Sipil Negara) dalam penyelenggaraan Pilkada. Dan yang kedelapan, seluruh tokoh masyarakat, cerdik pandai, tuo tenganai dan para ulama, juga harus ikut berkontribusi mendorong masyarakat berpartisipasi positif dalam Pilkada ini,” kata Hamzah, mengakhiri pemaparannya.

 

Selain PKS, tampak hadir undangan dari partai-partai lain, kelompok mahasiswa dan organisasi kepemudaan, organisasi perempuan, komunitas keagamaan, dll. Melalui diskusi ini diharapkan muncul gagasan-gagasan baru yang mendukung terciptanya Pilkada Damai. Kegiatan ini juga dijadikan ajang silaturahim antar-Ormas dan kelembagaan non-pemerintah.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.