8 Karakter Kader Tangguh

oleh

8 Karakter Kader Tangguh

 

Ditulis oleh: Siti Fatimah Asmungi (Relawan Humas DPW PKS Jambi)

 

Wahai akhy wa ukhty, hal-hal apa saja sih yang menyemangati kamu untuk jadi kader tangguh? Tentunya pemahaman kita tentang tarbiyah, ya. Tarbiyah, atau pembinaan (baca: Liqo’) yang kita jalani selama ini, sebetulnya adalah proses menyiapkan kita semua jadi kader tangguh. Nah, apakah kita sekarang sudah jadi kader tangguh? Ayo dicek, apakah hasil tarbiyahmu selama ini sudah benar…

1) Tarbiyah Dzatiyah

 

Engkau memperbaiki hubunganmu dengan Allah. Semakin hari, engkau semakin dekat dengan Allah. Maka akan kita rasakan, kekuatan, kemampuan, (baca: kapasitas dan kapabilitas) kita meningkat atas izin-Nya. Itulah yang membuat kita mampu bertahan di jalan da’wah ini.

2) Tarbiyah Jasadiyah

 

Engkau senantiasa melatih fisikmu untuk bugar dan sehat setiap hari. Menjaga pola makan, gaya hidup sederhana, serta menunaikan hak-hak tubuhmu dengan baik, agar sanggup memikul beban-beban da’wah dan agenda amal jama’iy.

3) Tarbiyah ‘Athifiyah

 

Kader tangguh adalah kader yang mampu mengelola perasaannya dengan baik. Tidak mudah bersedih jika usul dan ide belum bisa diterima, tidak patah semangat karena penilaian orang, tidak minder jika orang lain mengalami kemajuan, tidak tersinggung oleh perkataan orang lain, tidak mundur walau beragam tantangan terbentang di hadapan mata. Seluruh perasaannya didedikasikan untuk Allah semata.

4) Tarbiyah Aqliyah

 

Kader tangguh harus biasa menajamkan pikiran, mengasah ilmu, memperdalam pemahaman, memperluas cara pandang dan membuka cakrawala berfikir yang positif. Jangan merasa cukup dengan pengetahuanmu. Teruslah belajar dan jadilah para pembelajar cepat.

5) Tarbiyah Sulukiyah

 

Jika kamu sudah bisa mentarbiyah dirimu sendiri dalam urusan amal ibadah, berarti halaqoh yang kamu ikuti selama ini berbekas dalam keseharianmu. Inilah yang dinamakan: teori berubah menjadi praktek. Ayat-ayat dan hadits menjelma jadi akhlaq kita. Apa yang selama ini kita pelajari, itulah yang selanjutnya kita amalkan setiap hari.

6) Tarbiyah Ijtima’iyah

 

Murobbi di halaqoh pekanan mengajarkan kita tentang bagaimana cara bermasyarakat yang santun dan penuh toleransi. Terapkanlah itu dalam kehidupan di keluarga inti, sanak kerabat, tetangga, dan masyarakat secara umum. Kader tangguh bukanlah kader yang mengucilkan diri dari pergaulan, melainkan merangkul semua golongan untuk sama-sama menikmati hidayah Allah.

7) Tarbiyah Iqtishadiyah

 

Engkau tak mungkin jadi kader tangguh jika engkau belum memiliki kemandirian finansial. Walaupun berasal dari keluarga kaya atau orangtua yang mampu dan berkecukupan, sebagai kader da’wah, kita tetap dituntut untuk berpenghasilan. Besar atau kecilkah penghasilan itu tidak masalah, karena Allah telah menakar rizqimu. Namun tetap berpenghasilan itu akan meningkatkan rasa percaya dirimu, ‘izzah (wibawa)mu, serta mendongkrak nilai infaq-infaq dan shodaqohmu.

8) Tarbiyah Siyasiyah

 

Kamu belum menjadi kader tangguh jika kamu masih minder dalam urusan politik. Kalau ummat Islam minder bahkan tidak peduli pada politik, maka urusan itu akan segera dimonopoli oleh orang-orang kafir dan para munafiqun bermuka dua. Mereka berkonspirasi untuk menghabisi kekayaan negerimu dan mengebiri agamamu. Kamu mau itu terjadi? Maka tgakkanlah kekuasaan itu untuk memasifkan kebaikan dan membumikan syariat Allah. Tegakkanlah Islam di hatimu, niscaya ia akan tegak di bumi yang engkau pijak.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.